Blog Pembelajaran TIK dan Bahasa Inggris,yang menunjang kegiatan pembelajaran melalui internet. Siswa dapat belajar mandiri mempelajari materi dan berlatih mengerjakan soal on line untuk mengukur pemahaman atas materi yang telah dipelajari.

Sunday, May 20, 2012

Gerhana Matahari Senin 21 Mei 2012


JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena gerhana Matahari akan terjadi pada Senin (21/5/2012) waktu Indonesia. Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan ada pada satu garis lurus, di antara Bumi dan Matahari.


Ada 3 macam gerhana Matahari, yakni Total, Sebagian dan Cincin. Gerhana esok pagi, jika dilihat dari Sulawesi dan Kalimantan, akan berupa gerhana sebagian. Sementara, jika dilihat dari Asia Timur berupa gerhana total.

Gerhana Matahari cincin esok salah satunya dipengaruhi oleh jarak Bulan dan Bumi yang tak selalu sama, berkisar antara 363.600 km hingga 405.500 km. Jarak terdekat disebut perigee sementara terjauh disebut apogee.
"Saat gerhana Matahari cincin, Bulan sedang berada pada titik terjauh jadi ukurannya kecil," ungkap Thomas Djamaluddin dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) saat dihubungi Kompas.com Minggu (20/5/2012).
Ketika Bulan tampak lebih kecil karena jaraknya yang jauh, maka bayangan Bulan (umbra) tak sampai ke Bumi. Adalah perpanjangan dari umbra (disebut antumbra) yang sampai ke Bumi. 
Berdasarkan hal tersebut, ungkap Thomas, gerhana Matahari cincin yang berpeluang disaksikan di beberapa wilayah esok pagi terkait dengan Supermoon. "Bila pada saat purnama Bulan ada pada jarak terdekat, maka 2 minggu lagi atau saat bulan baru, Bulan akan berada pada titik terjauh," ucapnya.
Sebelum gerhana esok, Bulan sempat berada pada jarak terdekat dengan Bumi pada 6 Mei 2012 lalu, kala terjadi Supermoon. Dua minggu kemudian, Bulan ada pada titik terjauh, tepatnya pada Sabtu 19 Mei 2012 kemarin.
"Karena sebelumnya terjadi Supermoon, maka dua minggu berikutnya gerhana yang terjadi adalah gerhana Matahari cincin, karena Bulan ada pada jarak terjauh. Jadi bisa dikatakan gerhana Matahari cincin ini terkait Supermoon," kata Thomas.
Thomas menuturkan, fenomena gerhana berbeda akan terjadi bila jarak Bulan- Bumi lebih dekat. Piringan Bulan bisa berukuran sama dengan Matahari sehingga terjadi gerhana Matahari total.
Lalu, mengapa wilayah Kalimantan dan Sulawesi hanya mengalami gerhana Matahari cincin esok? Hal ini disebabkan karena wilayah ini berada di luar zona perpanjangan umbra jatuh.

Reactions:

0 comments: