Blog Pembelajaran TIK dan Bahasa Inggris,yang menunjang kegiatan pembelajaran melalui internet. Siswa dapat belajar mandiri mempelajari materi dan berlatih mengerjakan soal on line untuk mengukur pemahaman atas materi yang telah dipelajari.

Saturday, March 26, 2011

"Jangan Lupa, Matikan Lampu Malam Ini!"


JAKARTA, KOMPAS.com - Lima ikon kota Jakarta akan gelap gulita Sabtu (26/3/2011) malam ini, pukul 20.30-21.30 WIB. Kelima titik itu adalah Monas, patung Arjuna Wiwaha, Bundaran HI, patung Pemuda, dan Thamrin, yang akan disiapkan untuk memperingati Earth Hour (Hari Bumi) dalam rangka penghematan energi.




Kami sudah himbau warga Jakarta. Hari ini mudah-mudahan banyak orang Jakarta yang terpanggil untuk mematikan listrik.
-- Fauzi Bowo

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga menghimbau seluruh warga ibukota bisa ikut berpartisipasi dengan memadamkan lampu di rumah masing-masing secara serentak pada waktu yang ditetapkan.
"Kami sudah himbau warga Jakarta. Hari ini mudah-mudahan banyak orang Jakarta yang terpanggil untuk mematikan listrik," ujar Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, Sabtu (26/3/2011), di Jakarta.
Dengan mematikan listrik selama satu jam, Foke menyatakan, Jakarta akan mampu menghemat 127 megawatt.
"Tapi, kalau 10 persen warga Jakarta yang matikan lampu dua saja di rumahnya, itu bisa menghemat 300 megawatt. Lebih banyak yang ikut serta, maka lebih banyak berhemat," ujar Foke.
Menurutnya, angka tersebut sama dengan mematikan satu pembangkit listrik yang mampu menyalakan listrik di sekitar 900 desa. Kampanye mematikan lampu ini juga diyakini dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 267,3 ton.
Lebih lanjut, Foke berharap, perayaan Earth Hour tidak berhenti pada kegiatan mematikan listrik hari ini saja. Lebih jauh dari itu, Foke berharap, warga bisa bersikap lebih arif dengan menghemat energi. Oleh karena itu, lanjutnya, tema kampanye saat ini adalah "60+", yang menandakan aksi ini tidak hanya terhenti pada mematikan lampu selama sejam saja.
"Saya minta kepada warga untuk menjadikan ini sebagai gaya hidup, bahwa menghemat listrik bisa bermanfaat juga bagi kita semua di kemudian hari," ujarnya.
Selain mematikan listrik di lima ikon ibukota, pusat kegiatan Earth Hour hari ini juga dipusatkan di Balaikota, Jakarta. Direktur Eksekutif/CEO WWF Indonesia Erfansjah mengungkapkan, peringatan Earth Hour pada 26 Maret dipilih berdasarkan perhitungan equinox, yakni perhitungan perjalanan matahari di bumi.
"Tanggal tersebut merupakan tanggal yang paling tepat karena jangka waktu harinya paling panjang," ucap Erfansjah.
Ia menjelaskan, konsumsi energi listrik di Indonesia terfokus di Jawa-Bali atau sebesar 78 persen dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional, yakni mencapai 29.605 GWh. Dari jumlah tersebut, 23 persen terfokus pada DKI Jakarta dan Tangerang.
"Pemakaian listrik di Jakarta ini dikuasai perumahan dan perkantoran," katanya.

Reactions:

0 comments: